Media untuk Karya, Karsa, Rasa dan Apa Saja

Anak-anak Asyik Bermain Di Sungai, Kota Psp Dipandang Minim Ruang Terbuka Bermain Anak

Banyaknya anak-anak Kota Padangsidimpuan yang bermain di tempat kurang layak, dipandang sebagai minimnya sarana atau tempat terbuka bermain untuk anak di tengah pembangunan Kota. Hal itu diungkapkan, Pekerja Sosial, Baun Aritonang, Jumat (8/4) melihat fenomena anak 
 yang asyik bermain di Aliran Sungai Aek Sibontar, Kecamatan Psp Utara pada tengah hari
Baun menilai, Pemerintah Kota Psp saat ini, hanya menilik sisi komersial dari setiap pembangunan, bukan dengan pertimbangan untuk memberikan hak yang sepatutnya di terima masyrakat, khususnya bagi anak-anak.
“Pada dasarnya bagi anak sendiri, ada atau tidaknya ruang bermain, secara alami mereka tetap akan bermain, karena  anak-anak akan menemukan ruang bermainnya sendiri. Akan  tetapi persoalannya tempat bermain anak itu tidak ada jaminan atau garansi bebas dari predator atau yang cukup membahayakan nyawa mereka,”  katanya menerangkan adanya tanggungjawab setiap kota menyediakan ruang terbuka layak anak.
Memang dikatakannya, Pemerintah khusunya di Kota Psp dan tidak sedikit masyarakat menganggap bahwa ruang terbuka sebagai tempat bermain anak bukanlah hal yang penting. Akan tetapi, apapun alasannya, anak adalah tanggungjawab orangdewasa, sebagaimana yang diatur dalam Hak-hak Anak.
Jika mengacu pada UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, maka proporsi RTH seharusnya 30 Persen dari luas wilayah.
“Pasal 29, di ayat dua Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30  persen dari luas wilayah kota. Kemudian, ketiga, Proporsi ruang terbuka hijau publik pada wilayah kota paling sedikit 20  persen dari luas wilayah kota,” terangnya menerangkan RTH yang dimaksud terdiri dari ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat.
“Minimnya ruang bermain anak di Kota ini tercermin dari banyaknya anak-anak yang bermain di tempat- tempat yang bukan semestinya tempat bermain seperti di jalanan kebut-kebutan, aliran sungai, dan banyak lagi tempat yang kurang pas. Apalagi kota kita ini sebagai kota jasa, maka jangan heran nanti jika anak-anak kita ini setelah dewasa nanti cenderung pasif dan individualis. Akibat sosialisasi yang terbatas dan memaksa anak-anak bermain di tempat bermain khusus dan tidak menggunakan tempat bermain di ruang terbuka yang merupakan sebuah ruang publik yang nyaman, karena memang tidak ada ruang terbuka  aman untuk bermain,” tandansya. (mag-01/Metro Tabagsel)
Labels: Fakta

Thanks for reading Anak-anak Asyik Bermain Di Sungai, Kota Psp Dipandang Minim Ruang Terbuka Bermain Anak. Please share...!

0 Komentar untuk "Anak-anak Asyik Bermain Di Sungai, Kota Psp Dipandang Minim Ruang Terbuka Bermain Anak"

Back To Top